Kompetensi diri itu mata air kecerdasan identitas. Untuk mendasari pernyataan tersebut, mari kita cermati teori yang dikemukakan oleh Daniel Goleman tentang kecerdasan emosi dan Howard Gardner mengenai kecerdasan ganda.
Seperti diketahui, Daniel Goleman adalah seorang pakar di bidang ilmu syaraf otak ( neuro science ), menggolongkan otak menjadi dua bagian, yaitu otak kiri dan otak kanan. Sisi otak kiri terkait dengan cara berpikir linier, kecerdasan intelektual, kecerdasan numerikal, dan lain – lain. Sedangkan belahan otak kanan bertalian dengan emosi seseorang, daya spiritualitas, moral dan etika, serta bersosialisasi dengan pihak lain atau munculnya niat kerjasama, dan lain – lain.
Ada miliaran neuron pada otak seseorang. Tetapi syaraf – syaraf otak atau neuron itu akan mati kalau tidak mendapatkan rangsangan optimal. Karena itu, rangsangan – rangsangan yang diberikan kepada anak usia dini berupa gerak, musik, komunikasi sosial, bahasa dan lain – lain, akan memberikan pengaruh luar biasa pada perkembangan otak manusia.
Dalam bukunya yang berjudul kecerdasan emosional ( emosional intelegence ) Daniel Goleman yang populer dengan teorinya tentang kecerdasan emosi ( emotional intelegence / EQ ) menyatakan, bahwa keberhasilan hidup manusia tidak semata – mata ditentukan kecerdasan oleh kecerdasan intelektual (IQ) seperti yang dipahami sebelumnya, tetapi justru ditentukan oleh emotional intelegence. Kecerdasan emosi ini sangat terkait dengan belahan otak kanan.
Goleman membuktikan hipotesisnya dengan penelitian yang hasilnya menunjukan bahwa keberhasilan seseorang di masyarakat di dominasi oleh ( 80 % ) ditentukan oleh kecerdasan emosi (EQ) dan hanya 20 % yang diseumbangkan oleh tingkat kecerdasan kognitif ( IQ ).
Pendapat Goleman itu sebelumnya telah diuraikan lebih lengkap lagi oleh HowardGardner dengan teorinya yang terkenal " kecerdasan majemuk" ( multiple inteligences ). Dalam bukunya yang berjudul Multiple inteligences : The Theory Practice ( 1993 ). Menurut Gardner, skala kecerdasan yang selama ini dipakai yang hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual (IQ) ternyata banyak mengandung keterbatasan sehingga kurang dapat dijadikan alat ukur untuk meramalkan kinerja sukses di masa yang akan datang.
Gardner lalu membagi kecerdasan yang melekat pada seseorang dalam 8 kategori, yakni :
- Kecerdasan bahasa
- Kecerdasan matematis
- Kecerdasan musik
- Kecerdasan ruang
- Kecerdasan kinestetis
- Kecerdasan interpersonal
- Kecerdasan intrapersonal
- Kecerdasan alam
Semua kategori kecerdasan tersebut ada dan telah di format oleh tuhan kedalam totalitas diri seseorang. Kita diber tugas bahkan diwajibkan untuk mengekploitasi kecerdasan itu guna meningkatkan kualitas hidup dan kehidupan.
Semua klasifikasi nkecerdasan baik, IQ, EQ bahkan ESQ tiada lain sebagai penanda identitas diri seseorang. Bila anda berhasil membangkitkan diri sehingga dalam diri anda memiliki kekayaan akan kemampuan, ide, imajinasi, kreativitas dan inovasi, maka disinilah anada telah menemukan mata air kecerdasan identitas.


Oktober 05, 2015

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar