Pikiran membuat arsip memori dalam akal. Ketika lahir, manusia itu bersih. Data – data dalam otaknya jernih. Ia belum mengerti makna dan bahasa apapun. Bahkan ia belum mengerti apa yang terjadi di sekitarnya. Seiring waktu berjalan, ia tumbuh besar. Ia mulai memiliki pengetahuan sederhana tentang sesuatu yang terjadi disekitarnya.
Pengetahuan ini memberinya pengertian tentang apa yang ia tangkap dan memberinya kata tetentu yang menggambarkan pengertian itu.Disinilah akal mulai membuka file – file kognitif bagi pengertian ini. Setiap kali mengetahui pengertian lain dari sebuah kata, terbentuklah file tersendiri untuk pengertian tersebut. Maka, ketika seorang anak mendapatkan pengalaman dalam pengertian tertentu, akalnya akan merekam pengalaman itu dalam file khusus.
Jadi, dalam akal terdapat banyak arsip atau file yang berisi pengetahuan, bahasa, norma, keyakinan, dan prinsip. Setiap kali menghadapi pengalaman baru, otak mengidentifikasinya dengan menggunakan data – data yang sudah ada, lalu menyimpan pengalaman baru itu didalam file sejenis.


Oktober 19, 2015

Posted in:
0 komentar:
Posting Komentar